Skip to main content

Posts

STY…

mengenai bagaimana olahraga populer di bangsa ini benar benar hanya bisa dimainkan oleh si Kaya. sejak awal kedatangannya, asa itu ada. Final AFF, lolos piala asia. fase yang seharusnya dinikmati bangsa ini. Fase yang seharusnya dibarengi dengan pembinaan.  bila ada narasi “Panama saja lolos World Cup, kita lebih besar harusnya bisa” dengan dalih demikian, bolehkah saya beropini bahwa “bangsa kita lebih luas daripada Islandia dan bahkan Georgia, mengapa pemain kita begitu2 saja?”  Panama bisa lolos World Cup dengan segala kerja kerasnya, betul. untuk negara yang dikelilingi garis pantai, iklim tropis dan juga budaya sepakbola tidak seperti Indonesia, saya pikir lolosnya Panama bagaikan cerita fiksi karya JK Rowling. Kelanjutan ceritanya ditunggu banyak orang Islandia. anomali dari bangsa Viking. dikala Finlandia pemainnya bermain di tier A eropa. Di finlandia ada Jari Litmanen, Sami Hyypia. Negara tersebut belum pernah tampil di putaran final piala dunia, tapi Islandia?  ...
Recent posts

Si Pandir yang Makin Pandir

Di sebuah negara ada sebuah lelucon lucu yang makin lucu ketika kita katakan berulang kali.  Lelucon itu berbunyi: Jangan campur politik dan sepak bola.  bagaimana tidak, di sana politik menari elok diatas sepak bola. Olahraga yang mendapat atensi lebih ketimbag bulutangkis yang  jelas lebih berprestasi daripada olahraga yang dimainkan oleh 11 orang tapi diurus oleh beberapa onggok batang kayu.  di Negara yang katanya "dulu kami macan asia" sepak bola tak benar diurus secara "manusia"  cerita soal gaji pemain yang bahkan sampai level profesional pun tak kunjung dibayar sering kali kami lihat berkeliaran bebas di media masa. pemain yang hidup tidak seperti atlet profesional yang mana sering gampang ditemui di pub ketimbang istirahat, atau atlet yang masih memasukkan gorengan ke mulutnya dan dengan bangga mengucapkan itu di media yang ditonton.  Sungguh bodoh mereka ini, mau saja mengidolai manusia seperti itu.   Pemilihan ketua umum federasi bagaikan ko...

Rayuan Riyal dan Kurma.

https://unsplash.com/photos/i_Z1o10BPPk?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditShareLink Musim Panas,  Dikala semua memikirkan tentang indahnya Pattaya, hamparan laut di Ibiza serta keindahan Pulau Komodo yang belum lama ini disinggahi oleh Tagliafico. Fenomena terjadi di sisi lain sepak bola. Musim panas biasanya menawarkan kompetisi kontinental, kesempatan keluar dari hubungan yang toxic antara pemain dan klub, hingga tawaran menutup karier dengan segepok uang dan popularitas di tanah adidaya.  Namun fenomena baru terjadi di musim panas kali ini. pemberitaan selama sepuluh hari terakhir membuat kami sebagai penonton sepak bola seolah tak tahu apa yang sedang terjadi di belahan bumi utara. Heran, mengapa bisa fenomena aneh ini terjadi. Kami pun seolah tak percaya fenomena seaneh dan sekonyol ini terjadi hanya beberapa bulan semenjak sebuah negara dilegalkan untuk membeli klub sepak bola. Sebenarnya, kami tak hanya sekali ini menerima fenomena ini. F...

Menanti Gigi Berhenti

sumber : planetfootball.com  Dalam sebuah kisah, suatu lakon pasti akan punya akhir. Akhir dari setiap lakon akan berbeda dan tak akan pernah sama, pun dengan jalan yang lakon itu tempuh. Contoh ketika lakon dalam seorang raja dalam perang bisa saja mati ketika berperang atau bisa saja lakon seperti sengkuni yang tak bisa diduga alurnya karena dia selalu bisa menghindar dari maut berkat kelihaiannya dalam menjilat. Begitu pula dalam dunia sepak bola, para pelakonnya memiliki kisahnya masing-masing dan akhir cerita yang beragam.  Pesepak bola memiliki kisah yang sama sekali tak bisa ditebak. Zinedine Zidane misalnya. Awal kariernya ditulis dengan tinta emas. Dari Cannes, bersinar di Bordeaux, matang di Juventus sampai akhirnya menyundahi semuanya di Madrid. Kemilau kebintangan Zidane terpancar kala ia bersama Didier Deschamp, Emmanuel Petit, Marcel Desaily serta Thiery Henry berhasil mengawinkan gelar dunia dan eropa pada tahun 1998 dan 2000. Selain bersinar bersama Le Bleus, R...

Benang Merah yang kusut Dari Kota Manchester.

Tengah malam ketika mayoritas masyarakat sudah terlelap tidur, kami yang masih terjaga sembari belajar bahasa asing pun tetiba diingatkan oleh notifikasi handphone kami. Sebuah ingatan bahwasannya salah satu klub terbapuk di Manchester akan bermain, Manchester United. Klub yang kami anggap aneh, karena apapun yang diramalkan di bursa judi selalu terjadi sebaliknya ketika tim itu bermain. Beruntungnya kami tak gemar berjudi, karena tidak menjanjikan apapun. Tengah malam ketika kami hendak menarik selimut dan melaju ke kapuk island, tim yang setengah nanggung ini sudah mendekati sepak mula, apa boleh buat kami putuskan untuk menyaksikannya sambil menanti kebodohan apa yang akan pemain-pemain mahal itu lakukan di lapangan. Akan tetapi penantian kami akan kebodohan pemain mahal, sedikit terobati karena pemain belakang yang lama tak bermain akhirnya merumput juga. Phil Jones, setelah hampir dua tahun penantian akhirnya dia kembali. Beruntunglah Phil Jones pemain bola bukan personel Warna, k...

Polemik Balon d'Or : Prestasi, Reputasi, dan Lionel Messi

French Football salah satu media sepakbola asal Prancis memiliki agenda besar tiap tahunnya, yaitu Balon d'Or. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah Bola Emas. Sebuah penghargaan bagi pesepakbola terbaik setiap tahunnya. Penghargaan ini termasuk bergengsi karena bisa saja menjadi pendomplang nilai pasar seorang pemain. Setiap tahunnya nama-nama beken selalu mengisi daftar nominasi Balon d'Or. Akan tetapi, belakangan penghargaan ini menuai sebuah polemik besar. Banyak perdebatan melibatkan penghargaan pemain terbaik sejagat, mulai dari indikator penilaian hingga menyudut pada satu nama pemain.  Sebenarnya tidak ada penilaian paten tentang pemain terbaik dalam Balon d'Or. Sistem voting yang melibatkan jurnalis serta kapten setiap tim nasional membuat penilaian Balon d'Or menjadi abu-abu. Tentu banyak orang berasumsi bahwa kenetralan media dipertanyakan, akan tetapi kita sebagai manusia tidak bisa mengontrol manusia lain dalam hal pilihannya terlebih ke...

Sang Penyihir Dari Brescia

Brescia kota indah di Utara Italia. Kota dengan banyak museum yang cukup indah bila dibandingkan dengan Naples yang berada di selatan. Akan tetapi Brescia bukan soal museum dan kota yang indah. Di sana pernah terlahir pesepakbola yang indah, anggun dan menawan tanpa banyak telukan bola. Andrea Pirlo sang cucu penyuling anggur itulah orangnya. Kakek Pirlo merupakan taipan pebisnis wine ulung, Namun Pirlo memilih sepak bola sebagai jalan hidup. Tak pernah salah, justru menjadi berkah baginya. Sepakbola dan wine bagi Pirlo adalah 2 buah benang merah yang bisa dirajut menjadi rajutan indah. Disaat muda Pirlo selalu dianggap pemain yang tak berbakat. Skillnya pas-pasan insting golnya pun juga tak terlalu istimewa, itulah mengapa dibukunya dia menjelaskan kalau semasa muda dia hampir tak mendapatkan bola. Show up. Kata yang dituliskan Pirlo di buku I Think Therefore I Play. Anak-anak seumuran Pirlo menunjukkan skill individu yang membuat Pirlo sebah dan hampir putus asa di sepakbola kare...