French Football salah satu media sepakbola asal Prancis memiliki agenda besar tiap tahunnya, yaitu Balon d'Or. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah Bola Emas. Sebuah penghargaan bagi pesepakbola terbaik setiap tahunnya. Penghargaan ini termasuk bergengsi karena bisa saja menjadi pendomplang nilai pasar seorang pemain. Setiap tahunnya nama-nama beken selalu mengisi daftar nominasi Balon d'Or. Akan tetapi, belakangan penghargaan ini menuai sebuah polemik besar. Banyak perdebatan melibatkan penghargaan pemain terbaik sejagat, mulai dari indikator penilaian hingga menyudut pada satu nama pemain.
Sebenarnya tidak ada penilaian paten tentang pemain terbaik dalam Balon d'Or. Sistem voting yang melibatkan jurnalis serta kapten setiap tim nasional membuat penilaian Balon d'Or menjadi abu-abu. Tentu banyak orang berasumsi bahwa kenetralan media dipertanyakan, akan tetapi kita sebagai manusia tidak bisa mengontrol manusia lain dalam hal pilihannya terlebih ketika melakukan pekerjaannya. Jurnalis pasti memiliki indikator tersendiri menurut pribadinya atau apabila tak ingin dianggap idealis menurut statistik di lapangan tentang siapa pemain terbaik. Namun belakangan indikator ini semakin gelap dan mengarah ke sentimen terhadap satu individu.
Sebagai contoh pada tahun 2010 ketika Inter Milan berhasil meraih trebel winner dan tim nasional Belanda berhasil meraih posisi runner-up pada Piala Dunia 2010, nama Wesley Sneijder menjadi kandidat terkuat meraih penghargaan tersebut, bila mengacu pada juara dunia saat itu dan sosok pentingnya di laga final nama Andres Iniesta sangat layak meraihnya. Tapi semua nalar dan logika tentang penghargaan tersebut pupus ketika Lionel Messi mendapatkannya. Tahun itu Messi hanya meraih gelar domestik di Spanyol. Tim nasional Argentina pun hancur disikat oleh tim nasional Jerman. Publik pun menanyakan keputusan tersebut. Apakah hal itu hanya sekali ? Oh tentu tidak.. masih ada lagi.
Tahun 2012 saat tim nasional Spanyol berhasil mengawinkan gelar Juara Dunia dan Juara Eropa, sosok Andres Iniesta bersama Xavi Hernandes menjadi figur penting di lapangan. Selain itu ada Fernando Torres dan Juan Mata yang sebulan sebelum pagelaran berhasil meraih trofi Liga Champions Eropa, bahkan di semi final mengalahkan Barcelona. Jikalau dipikir dengan logika maka antara Iniesta, Xavi, Torres dan Mata lah yang layak mendapatkan penghargaan tersebut. Namun logika semua orang salah, Lionel Messi kembali mendapatkan penghargaan itu. Padahal ditahun yang sama pula, Messi kembali hanya mendapatkan gelar domestik meskipun di tahun yang sama pula Messi berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu tahun kalender. Fair enough?
Apakah polemik itu hanya melibatkan Lionel Messi ? Oh tentu tidak. Tahun berikutnya saat Bayern Munchen berhasil meraih gelar Liga Champions Eropa di Wembley dengan mengalahkan Borrusia Dortmund asuhan Jurgen Klopp, Frank Ribery menjadi aktor penting dibalik kesuksesan Bayern. Ribery dan Robben menjadi figur penting kesuksesan die rotten karena kolaborasi mereka menyisir sayap membuat pertahanan lawan kocar kacir. Namun harapan semua orang untuk melihat Ribery ataupun Robben meraih Balon d'Or tak pernah terealisasi, karena justru Cristiano Ronaldo lah peraih Balon d'Or saat itu. Sama halnya dengan Messi, Ronaldo saat itu hanya meraih piala domestik dan bahkan Real Madrid saat itu kalah oleh Borrusia Dortmund di semi-final Liga Champions Eropa. Kembali popularitas Ronaldo bisa mengalahkan prestasi Ribery dan Robben.
Tak berhenti disitu, pada tahun 2014 Cristiano Ronaldo kembali meraih Balon d'Or. Tapi pada tahun ini, polemik tersebut sedikit teredam karena Ronaldo berhasil menghantarkan Real Madrid menjadi juara Liga Champions Eropa saat itu. Akan tetapi apabila ditilik dari segi prestasi di level yang lebih tinggi, maka Sami Kheidira lah yang layak mendapatkan Balon d'Or. Karena ditahun itu Kheidira selain sukses meraih Liga Champions Eropa bersama Real Madrid juga meraih gelar Piala Dunia 2014 bersama tim nasional Jerman. Peran Kheidira dalam mengantarkan Dee Panzer bukanlah bawang kotong, dia termasuk pilar penting di tengah bersama Toni Kross, Bastian Schweinsteiger dan Mesut Ozil.
Setelah lama tanpa konflik dan polemik karena di tahun 2016 Cristiano Ronaldo sangat layak mendapatkannya karena dia berhasil meraih juara Liga Champions Eropa serta juara Piala Eropa.
Di tahun 2018 kami menilai Luka Modric juga layak mendapatkannya karena selain hattrick Liga Champions Eropa bersama Real Madrid, Modric juga berhasil membawa Kroasia sebagai kuda hitam mencapai final Piala Dunia. Bak kisah dari negeri dongeng Kroasia berhasil mengulang kisah Piala Dunia 1998 yaitu mencapai semi final, meskipun di final dihajar habis-habisan oleh Prancis
Akan tetapi drama tentang Balon d'Or tak kunjung usai. Pada 2020 penghargaan tersebut ditiadakan karena pendemi covid-19, namun pencinta bola sudah terlanjur sentimen terhadap penghargaan tersebut. Pasalnya kedua bintang yang sering meraih Balon d'Or sama sekali tak bisa berbuat banyak di kompetisi manapun, bahkan Lionel Messi dibantai oleh Bayern Munchen.
Tahun ini 2021, kembali penghargaan tersebut membuat banyak orang berdebat kusir hingga tiga hari setelah ceremony. Apabila ditilik pada gelar di level klub dan tim nasional maka nama Jorginho dan Emerson Palmieri seharusnya berada di urutan teratas disusul oleh Robert Lewandowski karena hasilnya di musim lalu. Di sisi lain Nama N'Golo Kante juga layak berada di top 5 peraih gelar tersebut karena peforma Kante yang luar biasa sehingga membantu Chelsea meraihn juara liga Champions Eropa. Seperti yang sudah-sudah, kembali peraihnya adalah Lionel Messi. Meskipun di tim nasional Messi terhitung layak mendapatkan penghargaan tersebut, tapi statistik dan prestasi Jorginho tak bisa dipandang remeh. Dia merupakan pilar penting Chelsea dan tim nasional Italia.
Banyak yang beranggapan bahwa Messi kembali "mencuri" Balon d'Or dari Lewandoski dan Jorginho, tapi ada pula yang beranggapan bahwa Messi juga layak karena mengangkat tim nasional Argentina untuk meraih Piala Copa Amerika. Namun pada Copa Amerika justru nama Emilio Martinez menjadi buah bibir karena penampilannya di mistar gawang Argentina.
Apabila ditilik dari segi prestasi jelas beberapa kali gelar Balon d'Or "dicuri" dari pemilik aslinya. Namun apabila ditilik dari segi popularitas, jelas kedua nama yaitu. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sangat amat populer di manapun.
So, menurut kalian apakah mereka layak mendapatkan Balon d'Or?
Mari diskusikan di kolom komentar.
Messi layak mendapatkan itu. Messi masih ok menyumbang kemenangan bagi PSG, atau pun bagi Argentina. Terlepas polemik itu, semoga tahun depan muncul nama baru dalam jaga Balon d'Or, tidak saja melulu pada dua legenda Messi dan CR7.
ReplyDeleteTulisan ini layak didiskusikan sambil ngopi, hehe
ya, kami sepakat soal itu. Balon d'Or harusnya punya pemenang baru tahun depan. Kami sangat menunggu seperti era Sheva, Weah atau bahkan Nedved dari negara minim budaya sepakbola tapi bisa berprestasi. Boleh diagendakan dengan para personil kami, sangat senang bila bisa berdiskusi tentang sepakbola tapi tidak dengan bola nasional yang ga tahu kapan sembuhnya, hehe.
Delete