Skip to main content

Rayuan Riyal dan Kurma.

https://unsplash.com/photos/i_Z1o10BPPk?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditShareLink

Musim Panas, 

Dikala semua memikirkan tentang indahnya Pattaya, hamparan laut di Ibiza serta keindahan Pulau Komodo yang belum lama ini disinggahi oleh Tagliafico. Fenomena terjadi di sisi lain sepak bola. Musim panas biasanya menawarkan kompetisi kontinental, kesempatan keluar dari hubungan yang toxic antara pemain dan klub, hingga tawaran menutup karier dengan segepok uang dan popularitas di tanah adidaya. 

Namun fenomena baru terjadi di musim panas kali ini. pemberitaan selama sepuluh hari terakhir membuat kami sebagai penonton sepak bola seolah tak tahu apa yang sedang terjadi di belahan bumi utara. Heran, mengapa bisa fenomena aneh ini terjadi. Kami pun seolah tak percaya fenomena seaneh dan sekonyol ini terjadi hanya beberapa bulan semenjak sebuah negara dilegalkan untuk membeli klub sepak bola. Sebenarnya, kami tak hanya sekali ini menerima fenomena ini. Fenomena kali ini berbeda dengan sebelumnya.

Kami cukup terkejut ketika berita penjualan Ruben Neves ke Al - Hilal terjadi. Wonderkid Portugal yang merupakan kapten termuda kedua di UCL setelah Youri Tielemans itu setuju untuk mengemasi barangnya lalu pergi dengan penghasilan Rial. Pemain semuda itu, pergi ke Arab. Apa yang akan dilakukannya. tak cukup sekali, kami juga dibuat kaget dengan perginya gerbong Chelsea ke Arab Saudi. diawali dengan N'Golo Kante, lalu disusul dengan Edouard Mendy, Hakim Ziyech hingga Kalidou Koulibaly. Pertanyaan pertama yang kami keluarkan adalah, apa yang mereka cari di Arab. Menyusul Cristiano Ronaldo menutup kariernya kah, tapi mereka relatif masih muda untuk itu. Seolah kepergian mereka ke tanah Arab meninggalkan sebuah bau yang cukup aneh. Mungkinkah ini dilakukan demi mengakali FFP, atau hanya sportwashing yang dilakukan Arab atas banyak kasus kemanusian yang banyak meninggalkan tanda tanya.

Belakangan kami menyadari bau itu jelas adanya. Eksodus sebagian pemain Chelsea ke Arab mulai menemui sebuah titik terang yang mungkin banyak orang tidak sadar akan hal ini. Sebagian saham mayoritas Chelsea dimiliki oleh Clearlake Capital, Menurut Daily Mail dalam Clearlake Capital, terdapat triliunan aset dari PIF atau Public Investments Fund 

"PIF adalah yayasan kekayaan kedaulatan Arab Saudi. Yayasan tersebut adalah salah satu yayasan kekayaan kedaulatan terbesar di dunia dengan total perkiraan aset sekitar $500 miliar."

PIF juga merupakan pemilik 4 klub di Liga Arab seperti Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, Al Ahli, selain itu PIF juga memiliki Newcastle United yang bermain di Liga Inggris. Mulusnya transfer beberapa pemain Chelsea di Arab Saudi bisa jadi karena campur tangan PIF di dalam Clearlake Capital yang menjadi pemilik saham mayoritas. 

Kasus lain ketika isu peminjaman Ruben Neves ke Newcastle United mencuat. Pada kasus lama mungkin itu pernah terjadi pada Lampard pada musim 2014-2015. Kepindahannya ke New York City yang juga masih satu grup dengan Manchester City membuatnya bisa bermain bersama Manchester City selama setengah musim.namun perlu digaris bawahi bahwa Lampard pergi ke New York di usia senja dan harganya pun terbilang murah. peminjamannya ke City pun juga dilakukan karena ada libur kompetisi di Amerika yang baru akan mulai musim baru pada awal tahun. 

Sedangkan pada Ruben Neves kepergiannya ke Arab Saudi menimbulkan mahar sebesar 55 juta paundsterling. Harga yang tidak murah. Peminjamannya ke Newcastle United juga seolah dilakukan untuk mengakali Financial Fair Play, karena Income yang didapat oleh Newcastle tidak sebanding dengan pengeluarannya apa bila harus membeli Neves ditambah dengan pembelian Sandro Tonali dari AC Milan sebesar 70 juta paundsterling. 

Soal Sportwashing, banyak yang sudah menuliskan bahwa Arab berusaha meniru langkah negara timur tengah lainnya yang sudah melakukan pada periode sebelumnya. Kasus yang paling mahsyur adalah hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Hingga kini kasus soal Khashoggi masih simpang siur, ada yang menyebutkan ada campur tangan putra mahkota didalamnya. Manuver Arab di sepak bola membuat banyak orang bertanya, mereka benar tahu sepak bola, atau hanya sekedar membersihkan nama dari kasus HAM dengan sepak bola. 

Sumber: 

Transfermarkt

Dailymail 

stalking akun twitter Fabrizio Romano. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

STY…

mengenai bagaimana olahraga populer di bangsa ini benar benar hanya bisa dimainkan oleh si Kaya. sejak awal kedatangannya, asa itu ada. Final AFF, lolos piala asia. fase yang seharusnya dinikmati bangsa ini. Fase yang seharusnya dibarengi dengan pembinaan.  bila ada narasi “Panama saja lolos World Cup, kita lebih besar harusnya bisa” dengan dalih demikian, bolehkah saya beropini bahwa “bangsa kita lebih luas daripada Islandia dan bahkan Georgia, mengapa pemain kita begitu2 saja?”  Panama bisa lolos World Cup dengan segala kerja kerasnya, betul. untuk negara yang dikelilingi garis pantai, iklim tropis dan juga budaya sepakbola tidak seperti Indonesia, saya pikir lolosnya Panama bagaikan cerita fiksi karya JK Rowling. Kelanjutan ceritanya ditunggu banyak orang Islandia. anomali dari bangsa Viking. dikala Finlandia pemainnya bermain di tier A eropa. Di finlandia ada Jari Litmanen, Sami Hyypia. Negara tersebut belum pernah tampil di putaran final piala dunia, tapi Islandia?  ...

Menanti Gigi Berhenti

sumber : planetfootball.com  Dalam sebuah kisah, suatu lakon pasti akan punya akhir. Akhir dari setiap lakon akan berbeda dan tak akan pernah sama, pun dengan jalan yang lakon itu tempuh. Contoh ketika lakon dalam seorang raja dalam perang bisa saja mati ketika berperang atau bisa saja lakon seperti sengkuni yang tak bisa diduga alurnya karena dia selalu bisa menghindar dari maut berkat kelihaiannya dalam menjilat. Begitu pula dalam dunia sepak bola, para pelakonnya memiliki kisahnya masing-masing dan akhir cerita yang beragam.  Pesepak bola memiliki kisah yang sama sekali tak bisa ditebak. Zinedine Zidane misalnya. Awal kariernya ditulis dengan tinta emas. Dari Cannes, bersinar di Bordeaux, matang di Juventus sampai akhirnya menyundahi semuanya di Madrid. Kemilau kebintangan Zidane terpancar kala ia bersama Didier Deschamp, Emmanuel Petit, Marcel Desaily serta Thiery Henry berhasil mengawinkan gelar dunia dan eropa pada tahun 1998 dan 2000. Selain bersinar bersama Le Bleus, R...

Romansa Dari Tanah Bergamo

wahai Pasalic, mulut anda bau Ditemani dengan seabrek pekerjaan, kami berusaha untuk bercerita tentang romansa kami. Ya, Romansa Gubol atau gurau bola. Kami dipertemukan dalam sebuah universitas dan hobi yang sama. Yaitu sepakbola.  Mungkin beberapa orang berasumsi bahwa ketika kami berkumpul hanya sepakbola yang kami bahas. Tentu saja asumsi itu salah, karena tak jarang kami membahas soal wanita. Teman wanita kami sering jadi bahan omongan kala kami sedang bergurau.  Semalam kami baru saja bertemu virtual dan kami saling mengolok satu sama lain. Tapi ya begitulah kami, kata baper atau bawa perasaan seolah hilang begitu saja meskipun umpatan sering kita keluarkan untuk mengolok satu sama lain.  Akan tetapi, kisah kami tak selamanya indah. Kami pernah berada di titik nadir, titik yang tak pernah kami bayangkan. Ya, harapan awal komunitas kami bisa menjangkau nasional seolah pupus ketika kita berada dititik itu. Hanya saja, ada satu harapan kala kami berbicara s...